Jingga Pov. Oh Gosh. Aku benar- benar tak berdaya dengan godaan seksi tanpa henti dari Kevin. Dia terus menerus berhasil menjadikan aku bulan - bulanan pesonanya yang hampir membuatku menyesal jika tak menghentikan Kevin tepat waktu. Dia memang bom atom yang harus aku hindari. Brrm... Suara mobil yang meninggalkan rumah terdengar dari depan. Kurasa itu Kevin, dan Mei mendadak muncul dengan amarahnya. Aku hanya berharap dia tidak melampiaskan padaku. Tok. Tok. "Jingga, apa kau sudah tidur. Jika sudah aku mau kamu bangun, aku mau mengajakmu ke suatu tempat, " ucap Mei dari pintu luar. Aku yang penasaran membuka pintu, dan menatapnya bingung. "Ada apa Bi?" tanyaku. "Ayo ikut aku. Aku akan mengajakmu ke suatu tempat, " perintahnya. Saat aku amati penampilannya sangat glamour sekaligu

