-Cris- Sampai kapan pun gue nggak akan pernah mengerti apa yang ada di dalam pikiran seorang wanita, apalagi saat mereka ingin mengutarakan kepedulian atau rasa khawatirnya. Satu menit yang lalu Karenina marah-marah sama gue. Dua menit kemudian dia sudah membalas pelukan yang gue maksud untuk menyegah wanita itu semakin naik pitam dan emosinya semakin nggak terkontrol. Namun yang lebih parah dari itu semua, gue lebih nggak mengerti apa yang ada di dalam diri gue, saat gue mengeratkan pelukan gue, mengusap rambutnya dengan lembut dan melupakan tujuan utama tadi gue memeluk Karenina. Gue melirik jam tangan dan sadar harus segera mengakhiri adegan paling sinetron dalam hidup gue ini. Gue menarik diri gue dari tubuh Karenina lalu mengucapkan kata maaf dengan tulus. Mending gue berhadapan den

