Forty Four

1432 Words

-Nina- Tak perlu pikir panjang dan berlama-lama. Saat melihat Cris  melangkah lebar dengan menenteng jaketnya, aku beranjak dari ranjang, berlarian berusaha mengejar langkah cepat Cris yang hampir sampai ke pintu kamar. "Maafkan aku, Cris," ujarku sambil melangkah tergesa. Cris tidak juga mau menghentikan langkahnya. Dia terus saja berjalan menuju pintu kamar. Dengan gerakan kasar dia menekan handle pintu yang masih dalam keadaan terkunci. "Kamu mau ke mana?" ujarku berdiri membelakangi pintu sambil merentangkan kedua tanganku di kedua sisi daun pintu. "Cari pelepasan lah," jawab Cris dingin, kemudian menggeser paksa tubuhku dari pintu. Aku menyingkir dari hadapan Cris. "Jangan pergi!" ujarku lirih, lalu memeluk perut Cris dan merebahkan kepalaku di punggung lebarnya. Langkah Cris ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD