Twenty Eight

2229 Words

Briana terheran-heran melihat kedatangan Karenina di floristnya siang begini. Apalagi setelah insiden di rumah sakit waktu itu. "Ada apa?" tanya Briana saat Karenina sudah berhenti melangkah tepat di depan meja kasir. "Aku datang hanya untuk minta maaf karena mengganggu acara peringatan kematian saudari kembar kamu beberapa hari yang lalu." "Jangan terlalu dipikirkan. Puji Tuhan acaranya berjalan dengan lancar. Aku dan Aaron memberi parsel sembako dan makanan pada keluarga yang tinggal di perkampungan kumuh," jawab Briana sambil mempersilakan Karenina duduk di sebuah kursi di sudut ruangan. "Sorry tempatnya agak berantakan, kamu bisa duduk dulu di sini. Aku ambil minum dulu untuk kamu." Karenina menahan pergelangan lengan Briana, menggeleng lalu meminta untuk ikut duduk di sampingnya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD