Thirty Two

2089 Words

-Cris- Jam di dinding kamar gue jelas-jelas sudah menunjukkan pukul dua belas malam. Malam ini gue free, ngga mengisi acara di Violet bar. Aaron juga sudah pergi dari apartemen beberapa jam yang lalu menemui informan bernama Elang untuk menggali informasi mengenai gedung pribadi yang diduga milik Manda. Bel apartemen nggak berhenti berbunyi sampai membuat telinga gue pekak dan akhirnya menyerah untuk memaksa melanjutkan tidur gue yang nyenyak. Setengah terjaga gue meringsek dari ranjang. Mulut gue nggak berhenti menguap sejak keluar dari kamar, seketika itu juga gue sepenuhnya sadar saat melihat wajah Karenina di layar intercom. Masih mengenakan pakaian kerja lengkap. "Ada apa?" tanya gue setelah membuka pintu apartemen. "Aku baru pulang kantor dan aku lapar." "Terus? Hubungannya deng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD