-Cris- Ini gila. Bagaimana bisa Briana datang-datang lalu membeberkan masa lalu serta kebusukan gue pada Karenina. Gilanya lagi, gue lagi-lagi gagal mengontrol temperamen gue dan dengan teganya menampar Briana. Otak gue sudah benar-benar pindah ke dengkul sepertinya. Briana keterlaluan juga. Bagaimana bisa dia membeberkan hal yang tidak sepenuhnya benar pada orang lain. Seharusnya dia tidak melakukan hal seperti tadi. Tidak biasanya Briana menjada seemosi itu. Biasanya dia selalu menjadi perempuan yang paling pandai mengontrol emosinya. Mungkin ini menyangkut soal keputusan gue. Briana pasti marah besar karena kabar itu bukan dia dapat dari gue, melainkan dari orang lain. Saat gue hendak mengejar dan mencegah Karenina pergi, Aaron menghalangi langkah gue. "Minggir!" hardik gue pada Aaro

