Lebih baik jujur. Daripada menyesal...

1081 Words
Hidup takan pernah menjadi nyata ketika kita tahu bahwa semua yang ada di dalam hidup adalah fana. Manusia hanya bisa berharap dan meminta yang terbaik untuk dirinya dan kesejahteraan hidupnya. Seharusnya manusia itu harus punya rasa tahu diri bahwa manusia disini hanya menumpang dan merusak saja. Saat waktu terlahir kembali maka erlin ingin memperbaiki nya untuk masa depan yang tak pernah diketahui. Semuanya sudah terjadi kini tinggal ia jujur kepada diri sendiri dan tio yang akan menjadi suaminya. Entah apakah tio bisa menerima semua kecacatan yang ia alami. Ataukah erlin yang harus menerima semua keputusan tio bahwa dia akan merasa jijik dengan dirinya… “syal lo dimana gue mau cerita…” “Gue ada di tempat gawe, lo kenapa gak masuk hari ini? di absen si lu sakit. Kok lo gak ngomong ke gue kalo lo sakit. Lo sakit apa?” “Syal…..” Nadanya bergetar “Lo kenapa? ok ok gue kesana sekarang…” Ketika kekhawatiran dalam diri kita mulai menghancurkan tembok kepercayaan maka disitulah kita tahu bahwa diri kita sudah tidak berarti lagi. Sesaat sebelumnya terbangun, sesaat itu pula semuanya hening. Namun apa? hening yang sudah tercipta sejak dulu. Mungkin sudah redup jika tidak ada hadirnya sosok laki laki monster bernama yosep. Redup dahulu kini menjadi kegelapan yang abadi, kegelapan yang tak tahu kapan akan kembali terang… Namun bukankah setelah gelap akan datangnya cahaya, bahkan ketika hujan pun pelangi akan datang di hujan itu mulai reda. ********** “Erlin…. Erlin….. LIN…. WOI…..” “Masuk aja syal ….” “LIn lo baik baik aja kan?” “Syali….” erlin menangis terisak isak…. memeluk syali yang baru saja datang.. “Syal gue kotor gue kotor….” “Apa Sih maksud lo… Kenapa?” “Cerita ke gue cerita lo kenapa” Syali menatap erlin dengan tatapan binar, bingung karena syali tidak tahu apa yang dimaksud erlin.. “Gue mau ceritain ini semua ke lo syal, karena lo sahabat gue satu satu nya dan gue harap lo bisa nerima cerita gue….” “Ok kita duduk dulu… Gue ambilin lo minum dulu ya… Bentar..” Apakah hidup harus setidak adil ini? Ketika alam dan kenyataan sedang bekerja sama atas rencana yang tidak pernah terwujud, maka aku berharap mereka merencanakan yang terbaik untuk ending hidup yang tidak pernah jauh dari rasa kecewa.. Selagi ada waktu kita harus mampu mengontrol nya kita harus mampu mengendalikannya.. Apapun yang membuat kita kecewa, apapun yang membuat kita menangis maka jangan pernah kita sesali. Karena setiap kebahagian itu tidak ada yang gratis semua nya harus di bayar kontan baik itu berupa kesedihan ataupun kehancuran. “SERIUS LO LIN?” “GILAAAA……” “Bentar ini gue lagi gak mimpikan?”  lanjut syali yang tak menyangka dengan perbuatan erlin. Syali mengulang ngulang terus kata-katanya. Semua itu ia rasa seperti mimpi seperti didalam dunia yang tidak nyata. Bagaimana mungkin sahabat yang syali yakini polos dan sangat lugu itu ternyata lebih liar darinya… Syali mengusap dadanya lalu menghela napasnya dan ia minum sampai berkali kali, sangat sangat syok bahwa erlin kini sudah tidak p****n lagi.  Erlin yang hanya bisa menangis atas perbuatannya kini ia hanya pasrah, lagi lagi kata kata pasrah lah yang memang menjadi pengobat hati nya.. “Syal….. Gue harus gimana? apa gue harus ngomong sama tio kalau gue emang udah gak p****n lagi…? Syali hanya terdiam ….. “Syal lo jawab gue dong… gue bingung banget…. “ Air mata kembali menetes, “Erlin….” Syali menatap dengan tatapan sedih.. “Lin lo gak usah ngerasa diri lo paling rendah… lo gak seburuk itu… dan sebenarnya gue juga pernah ngelakuin itu…” “SERIUS ….. ??” Tanya erlin kaget… “Lo ngelakuin sama siapa?” Air mata mendadak pergi karena rasa penasaran… “Iyah gue sebenarnya udah jadian sama zaki dari enam bulan lalu… Dan gue pernah melakukan itu …” Yang tadinya erlin ingin meminta pendapat malah menjadi curhatan syali bertukar cerita  dengan erlin dan semua itu lumrah… ************* Pov erlin Hai diri kamu itu apa? kini kamu sudah bukan wanita baik baik lagi, kini kamu hanya bagian tubuh yang hina tubuh yang sudah tidak berguna lagi… Hai diri, apakah kamu sudah mulai yakin dengan setiap kejadian yang akan kamu jalani…? Jika belum yakin maka aku harap yakinkan lah agar semua itu mudah kamu jalani… Jangan hanya diam jangan hanya duduk menatap lembaran yang semakin kusam dan rusak… Hai diri sekarang sudah ada didepan mata ku peringati lagi sudah ada didepan mata bukan lagi di belakang .. Wahai diri kamu harus kuat … karena aku yakin semua ini akan berlalu…  ************** “Tio…. aku mau bicara atas kejadian kemarin …” “Iyah aku pun begitu… aku ingin mempertanyakan nya…” Apakah aku perlu jujur kepada tio yang kini akan menjadi calon suami ku? Ataukah aku harus menutupinya sampai aku lupa sendiri… Apakah aku harus meminta yosep untuk bertanggung jawab atas perbuatannya? Tapi apa yang harus aku minta… Sedangkan aku tidak hamil… Aku bingung….. ************* “Tio aku mau memperjelas kejadian waktu kemarin. Aku gak ada maksud apa apa. Aku hanya butuh penghangat buat diriku, aku…..” Saat erlin melanjutkan bicaranya, tio tiba menghentikan pembicaraan erlin dan memeluknya dengan lembut, mengusap kepala erlin seraya berkata…. “Aku paham. Mungkin kamu ada rahasia yang gak bisa kamu ucapkan ke aku, gak papa kalau itu berat. Aku akan berusaha memahami keadaan kamu… Pernikahan kita tinggal beberapa hari. Jadi kamu gak usah mikirin yang gak penting… kejadian kemarin kita anggap itu hadiah buat aku. Karena aku akan menjadi suami kamu seutuhnya… Yah..” Tio mengusap pipi erlin dan mengecup keningnya. Bagaimana jika tio tahu bahwa erlin sudah tidak p****** lagi, apa reaksinya akan seperti ini terus, apa dia akan menerimanya dengan hati yang luas, apa dia akan tetap memeluk tubuhnya dan mengusap kepalanya. Bagaimana kalau ia membatalkan pernikahan dan bagaimana kalau ia menceraikan erlin dengan usia pernikahan yang masih muda…. Semua itu sungguh tidak ada yang tahu…. “Kamu kayaknya lagi kurang sehat…. untuk gaun pernikahan nanti biar asisten aku yang mempersiapkan semua kebutuhan nya oke… kamu gak usah repot repot buat milih nanti kamu capek…. Sekarang kita makan… Kamu udah makan?” “Aku udah gak p***** lagi….” “Heyyy….. jangan ngomong kayak gitu …. kamu gak p***** lagi itu karen aku… aku siap buat nikahin kamu okey….. udah kamu gak usah banyak pikiran yah….” “Aku pernah melakukannya sebelum kita melakukannya tio….” “APA……….” Keheningan menyelimuti suasana yang hangat menjadi dingin, gemetar, hati tidak karuan begitu yang dirasakan mereka berdua ……
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD