Mata itu terbuka karena merasakan silau yang mengganggu tidur nyenyaknya, kedua tangannya terentang menggeliat memberikan perenggangan pada otot tubuh. Tidur yang bisa memulihkan kelelahan yang sudah menguras tubuhnya. Pipinya bersemu merah mengingat semalam sang Suami menyiksa dirinya hingga titik terlelah yang ia punya. Dirabanya seprei lembut hitam itu mencari sesosok yang sudah membuatnya tak berdaya di pagi ini. Pintu kayu itu diketuk dan dibuka oleh seorang pelayan sambil membawa nampan. "Permisi, Luna." Lea yang terkejut akan seseorang masuk dengan tiba-tiba sontak bangun dan semakin memeluk erat selimutnya. "Akhh...." Ia meringis tertahan tubuh yang paling sensitif terlalu nyeri bila digerakkan. Sang pelayan yang melihat kesakitan majikannya berusaha mendekati dan

