Setelah papanya dan Om Hariz berhasil terusir keluar dari unit hunian Naira setelah bermacam alasan yang Naira ciptakan, Adam lantas keluar dari tempat persembunyiannya sambil nyengir. Pria itu mengangkat tinggi kedua jempolnya pada Naira yang sudah berkacak pinggang menantinya di depan. “Amazing..!! Semenjak kapan aku jadi tikus kesayangan kamu hmm? Ayo jawab.” tanya Adam sambil mengatur langkah mendekati Naira yang masih terpaku di tempatnya berdiri. “Kamu mau aku bilang sama papa dan Om Abraham kalo kamu ngumpet di sono?” balik Naira bertanya sambil menunjukkan kamarnya dengan menggunakan dagunya. Naira kesal sendiri melihat sikapnya Adam, bukannya terima kasih, eh! Malah ngeledek. Tidak tahu saja dia, barusan Naira itu sudah merasa bersalah sekali karena harus membohongi papanya dan

