“Miranda!! sini kamu!” teriak dokter Wijaya dengan lantang, sebaik saja kakinya melangkah masuk ke teras rumahnya. Amarahnya sudah tidak bisa dibendung lagi sepertinya, dan butuh segera di luapkan. Seorang wanita paruh baya, berlari mendekatinya dengan cepat. Setelah mendengar teriakannya yang melengking memenuhi penjuru ruangan rumah yang cukup mewah itu. Wanita itu adalah Anisa Zendaya, mamanya Miranda. Notabene istrinya dokter Wijaya Zendaya sendiri. “Ini ada apa sih pa! Teriak-teriak kayak orang kesurupan?” tanyanya dengan tampang kesal. “Papa kira orang-orang dalam rumah ini budek apa? Manggilnya pelan-pelan dong pa!” sarkas Anisa sambil menatap sebal pada suaminya. “Dimana anak itu?” balik dokter Wijaya melontarkan pertanyaan, mengacuhkan pertanyaan istrinya barusan. “Miranda itu

