"Bayi Anda," seorang perawat memberikan bayi mungil yang baru Keira lahirkan ke dalam gendongan Sean. Sean menatap haru, maniknya berkaca-kaca menatap bayi kecil yang masih terlihat merah. Masih sulit baginya untuk percaya bahwa sekarang ia sudah menjadi seorang ayah. Kedua tangannya terulur dalam keadaan gemetar. "Astaga, sepertinya Anda sangat gugup, Sir. Tenangkan dirimu terlebih dahulu," ucap si perawat dan berniat untuk menyerahkan bayi itu kepada ibunya. "Tidak, tidak, berikan saja padaku, aku ingin menggendongnya. Menggendong bayiku." Si perawat menoleh ke arah Keira dan begitu melihat Keira mengangguk, si perawat pun memberikan bayi tersebut dengan penuh hati-hati. "Oh Tuhan, dia sangat kecil sekali dan juga rapuh. Apa aku akan melukainya?" jelas sekali jika Sean sangat

