MEH-BAB 132

1128 Words

"Oh Tuhan, kenapa suamiku berbau busuk," Hazel mengusap peluh yang membasahi dahinya. Perutnya melilit, menderita akibat aroma Felix yang membuatnya jijik. "Sayang, kau baik-baik saja," Felix memasuki toilet yang disambut dengan pelototan marah dari sang istri. "Hazel, jangan menggodaku, Sayang. Sepertinya kau sedang tidak baik-baik saja. Katakan, di mana yang sakit?" Konyol, ya itulah Felix. Tatapan membunuh yang dilayangkan Hazel dianggap sebagai tatapan menggoda olehnya. "Bukan aku yang sakit, tapi baumu yang bermasalah. Jangan mendekat, tetap di tempatmu, Felix. Aku tidak menyukai baumu," Hazel berkumur dan membasuh wajah. "Bersihkan dirimu, baumu benar-benar mengerikan," dengan menutup hidungnya, ia berlalu meninggalkan kamar mandi, meninggalkan Felix yang masih shock karena di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD