"Selamat pagi Hazel." "Selamat pagi Mrs. Glory." "Selamat pagi, semua," Hazel menyahut semua orang yang menyapanya seraya melambaikan sebelah tangannya dan tersenyum ramah. Kali ini ia tidak terlambat dan harus ia akui itu berkat Felix yang sudah bersedia untuk mengantar Xavier ke sekolah. Ia masih tidak menyangka bahwa Felix dan Xavier akhirnya bertemu sebagai ayah dan anak. Ada kelegaan tersendiri tapi ia juga tidak bisa menampik kekhawatiran yang ia rasakan. Hazel masih mengingat dengan jelas saat Felix mengatakan bahwa wanita yang bersamanya hari itu adalah wanita yang sangat spesial. Entah apa defenisi spesial itu bagi Felix. Sungguh ia sangat penasaran. "Mungkinkah hanya sekedar teman biasa atau mungkin sudah menjadi kekasih? Dia mengatakan sangat spesial dan harus kuakui bahw

