MEH-BAB 64

1123 Words

Felix memasuki rumah orang tuanya dengan langkah gontai. Kepalanya tertunduk, tidak ada semangat dalam hidupnya. Bayangan Hazel yang jatuh pingsan membuat suasana hatinya yang buruk semakin kacau. "Felix," panggilan seseorang yang tidak ingin ditemui Felix, berhasil membuatnya mengangkat kepalanya. Ia menatap tajam ke arah wanita yang sedang duduk manis bersama ke dua orang tuanya. Ia memang sangat menghindari Ariana, tapi sepertinya ia menemukan sasaran untuk melampiaskan kemarahannya kali ini. "Apa yang kau lakukan di sini?" ia berdiri di hadapan Ariana. "Aku datang untuk menemuimu," sahut Ariana seraya tersenyum manis. Sepertinya wanita itu belum menyadari aura yang terpancar dari sosok pria di hadapannya. Ia juga tidak tahu jika ingatan Felix sudah pulih. "Menemuiku?" "Ya, Maxi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD