Sudah dua jam berlalu tapi belum ada tanda-tanda bahwa operasinya selesai. Felix tidak bisa tenang di tempatnya. Ia hilir mudik seperti setrikaan. Felix bahkan beberapa kali mengacak rambutnya frustasi. Harusnya tadi ia ikut ke dalam ruang operasi untuk memastikan kondisi istrinya itu. "Hei,tenangkan dirimu." Sean beranjak mendekati Felix dan menuntunnya agar duduk di tempatnya. "Bagaimana aku bisa tenang, Sean, sementara Hazel sedang berjuang di dalam sana. Aku tidak akan bisa tenang sebelum mengetahui kondisinya baik-baik saja." kembali Felix mengacak rambutnya. "Hazel wanita yang sangat kuat, Kawan. Dia pasti berjuang melewati ini semua. Yang bisa kita lakukan sekarang adalah berdoa. Hazel pasti kembali kapada dirimu, Xavier dan kepada kita semua." Sean menenangkan Felix seraya menep

