Mengetahui Hazel menetap di Roma, Felix tanpa berpikir panjang juga memutuskan untuk menetap di sana. Dengan segera ia meminta orang kepercayaannya mengurus surat kepindahan Maxime. Pulang dari perusahaan, Felix langsung menemui Maxime dan mengutarakan niatnya yang ingin menetap untuk sementara di Roma. Maxime tidak memberikan protes, ia menurut begitu saja. "Katakan jika kau keberatan, buddy?" Felix mengusap lembut kepala putranya. "Daddy tidak akan memaksamu." "Kau tentu mempunyai alasan untuk itu, Dad. Aku akan ikut bersamamu." "Terima kasih, Max." Felix merangkul pundak putranya. Bangga bahwa putranya sangat mengerti dengan dirinya. "Kau sudah makan?" "Ya, aku memanggil layanan hotel." Felix mengangguk, "Istirahatlah, besok kita akan mencari sekolah untukmu." Selepas berbi

