"Maxime terlihat mirip denganmu, apa dia putramu." "Jangan-jangan kau dan Ariana sering bertemu tanpa sepengetahuanku." Kalimat Hazel terngiang jelas di telinganya. Ucapan asalnya itu seakan menjadi kenyataan. Hazel menggeleng, menolak untuk mempercayai hal itu bahkan setelah ia melihat Ariana memungut barang-barang yang dibawakan oleh Felix. Ketiganya pun berjalan beriringan dan senyum di wajah Felix tidak pernah lepas. Entah apa yang dikatakan Maxime kepadanya hingga membuatnya begitu bahagia. Hazel mengambil ponselnya sebelum ia keluar dari mobil. Seorang security menghadangnya. "Aku..aku teman Ariana. Aunty-nya bocah kecil itu, Maxime." Bohong Hazel. Kenapa ia tidak mengatakan jika dirinya adalah istri dari Felix, pria yang baru saja masuk menemui Ariana dan Maxime. "Anda datan

