MEH-BAB 127

1095 Words

Malam itu, seperti biasanya, Felix terjaga sambil menggenggam tangan istrinya. Menyalurkan kehangatan, berharap Hazel bisa merasakan kerinduannya yang begitu mendalam. Entah karena ia terlalu banyak menangis akhir-akhir ini, atau tubuhnya yang merasa letih, yang pasti malam ini ia tertidur dalam keadaan duduk, berbantalkan tangannya dan juga Hazel yang ia genggam sejak tadi. Semoga esok hari kau bersedia membuka matamu untukku, untuk Xavier dan untuk semuanya. Aku sungguh merindukanmu, Sayang. Sebulir air mata pun menghantarnya ke alam mimpi. Mata yang terpejam lama itu secara perlahan terbuka. Akhirnya Hazel bangun setelah hampir delapan bulan tidur panjangnya. Ia mengerjap-ngerjapkan mata beberapa kali untuk menyesuaikan sinar matahari yang menyilaukan, menyapa dan menyambutnya yan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD