"Wuueekk,,wuueeekkk," Keira memuntahkan seluruh isi perutnya. Wajahnya tampak pucat dan buliran keringat membasahi dahinya. Hazel yang memijat tengkuknya, tampak khawatir dengan kondisi Keira. Ia juga pernah mengalami masuk angin, tetapi tidak pernah sampai berbulan-bulan seperti yang dialami Keira dan kenapa Keira selalu menolak setiap kali Hazel ingin membawanya ke rumah sakit. Hazel menyodorkan gelas berisi air, Keira menerima dan langsung meminumnya. "Terima kasih, Hazel," ucapnya seraya mengusap keringatnya dengan menggunakan punggung tangannya. "Kau yakin baik-baik saja? Ayolah, Kei, sebaiknya kita ke dokter." Keira menggeleng, "aku baik-baik saja. Sungguh." "Di mana yang kau sebut dengan baik-baik saja. Kau bahkan sudah satu bulan tidak bekerja-" "Aku masih bekerja di cafe se

