Flo memesan beberapa menu. Sebelumnya Sarah sudah mengatakan pada gadis itu kalau tidak mau makan apapun lagi. Namun, kondisi pikiran Flo sama sekali tidak sinkron dengan tindakannya. Sarah mengulurkan tangan, mengenggam jemari Flo yang tidak memegang sendok. “Ada apa, Kak? Sudah bicara dengan Kak Morgan?” Panggilan Kakak yang ditujukan kepada kekasih Flo tersebut sedikit mengelitik perasaannya entah kenapa. Bahkan ketika pacaran dahulu Morgan tidak memintanya memanggil “Kak” padahal lebih tua. Flo mengeleng dan menganggkat kepalanya. “Dia bilang tidak mencintaiku. Apa yang harus kulakukan Sarah?” Air mata Flo jatuh dengan deras. Kenapa penolakan Morgan begini berpengaruh padanya setelah sekian lama. Sarah melirik sekeliling dan banyak mata yang memandang ke arah mereka sekarang. Ia

