Hancur Dalam Setiap Detik

1277 Words

Argh! Napas Morgan memburu. Sial! Sial! Sial! Dia memaki berkali-kali sambil mengacak rambutnya. Peluh dingin membasahi seluruh tubuhnya. Itu bukan mimpi yang menyenangkan dan tidak pernah akan menjadi menyenangkan. Setelah mampu mengendalikan diri dari mimpi buruk yang selama beberapa hari menghantui, perlahan Morgan beringsut ke tepi kasur. Tubuhnya lemas dan dia hampir terjerembab jatuh begitu sampai di tepi. Kenapa aku yang harus mengalami semua ini? Kepala Morgan berdenyut hebat lagi. Pertama karena tidak ada yang mampu menjawab pertanyaan yang berputar di dalam kepalanya. Kedua karena hari ini adalah doa terakhir yang bisa diselengarakan keluarga besar ayahnya sebelum kembali ke masalah masing-masing. Ia tidak ingin keluar dari pintu kamar, tetapi orang-orang tidak akan membiar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD