Abra POV "Sebenarnya papi tidak mau melakukan ini. Tapi demi kebaikanmu dan Zinia, papi terpaksa harus melakukan ini. Kau dan Zinia tidak boleh bertemu sampai hari pernikahan tiba. Dan semua fasilitasmu seperti mobil dan handphone akan papi sita untuk sementara sampai hari pernikahan" "Tapi pi, ini berlebihan" tolak Abra. "Dang, balik ke Jakarta ya" perintah papi Abra kepada supir pribadinya, Dadang. "Baik tuan" "Jadi menurut kamu ini berlebihan?" tanya papi. "Baiklah, begini saja. Semua barang-barang kamu tidak jadi papi sita tapi papi kirim kamu ke Inggris sampai satu hari sebelum hari pernikahan kamu baru kamu boleh pulang dari Inggris? Gimana?" lanjut papi. "Inggris?! papi bercanda?! Pi itu sama saja kalau aku tidak akan bisa menggunakan fasilitasku. Grandma pasti tidak akan men

