Knop pintu terasa dingin ketika disentuh oleh Kian. Menambah ketegangan dalam diri yang bersangkutan. "Ayo cepet dibuka!" perintah Mina tak sabaran. Kian agaknya sudah terbiasa dengan sikap Mina yang seperti itu. Ia hanya diam dan segera memutar knop. Dinginnya hawa AC menyambut Kian dan Mina. Maria dan Yongki sudah ada di dalam sana. Kian masuk dengan tergesa, diikuti oleh Mina. Kian terus fokus pada tujuan utamanya untuk bertemu Ivo Kartika. Maka dari itu, pandangan Kian tak beralih pada seseorang di depan sana. Seorang wanita seumuran almarhumah Ibu. Ia terlihat masih begitu muda di usianya. Satu hal yang membuat Kian tertegun. Wanita ini benar - benar ibunya Lintang. Maksudnya ... kasarannya mungkin tak perlu dilakukan tes DNA. Tidak salah lagi. Ia dan Lintang begitu mirip. Segal

