Tenang Terlebih Dahulu

1023 Words

Begitu turun dari mobil, mereka segera disambut para perawat yang membawa brankar dorong. Karena sejak tadi dokter Hengki sudah memberi tahu pihak rumah sakit untuk bersiap sedia, karena ada pasien gawat darurat yang harus segera ditangani. Sampai di dalam Unit Gawat Darurat, Lintang segera diletakkan dalam salah satu dekat kosong. Ichal dan Pak Joe menunggu dalam kepanikan. Mereka memanjatkan doa demi doa, berharap Lintang tidak apa - apa. Semoga tidak ada sesuatu yang berarti terjadi. "Pak Joe ... harusnya aku lebih sabar tadi. Aku tahu dia lagi sakit, lagi banyak pikiran, tapi aku nggak bisa sabar, aku bentak dia." Ichal meluapkan rasa bersalahnya yang begitu besar. Ia benar - benar menyesal karena tidak bertahan untuk mengalah. "Sudah lah Mas Ichal. Mas Ichal nggak salah. Memang sit

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD