Drrt … drrt … Ponsel Rey bergetar seolah mengingatkan Rey supaya tidak hanyut dalam suasana saat ini. Yah, untung saja Rey segera meraih ponsel yang ia kantongi di kantong celananya, dan mengangkat panggilan telepon yang memasuki ponselnya itu. “Ada apa?” tanya Rey saat tahu bahwa yang meneleponnya adalah asistennya di kantor, Dita. “Pak, hari ini ada rapat. Kita akan mulai rapat satu jam lagi. Pak Rey nggak lupa ‘kan?” Asisten Rey tersebut berusaha mengingatkan atasannya, karena ia takut jika pria ini tak datang menghadiri rapat penting hari ini. Rey yang mengingat tentang hal itu langsung berdiri dari posisinya sambil berkata, “Ah. Iya ini aku ke kantor sekarang. Kamu siapin dulu semua berkas penting yang perlu kita ajukan nanti. Jangan ada yang miss.” “Iya, sudah Pak. Tenang aja.

