Alesha duduk termenung sendirian di jendela ruang inapnya. Dia memandang dalam diam ke arah satu tempat. Ada banyak sekali orang di taman itu, sedang jalan-jalan bersama orangtua, saudara, sesekali mereka mengobrol hingga menghasilkan tawa. Saat sendiri seperti ini, Alesha merasa sekali jika dirinya benar-benar kesepian. Thalia sedang ke kampus mengurus sesuatu hal yang Alesha juga tidak mengerti, sementara Bunda terpaksa harus kembali ke panti. Dari kabar yang diterima, katanya ada salah seorang anak panti yang kesurupan hingga menyebabkan kegaduhan. Beberapa kali Alesha menghela napas, dia benar-benar merindukan orangtuanya. Dia sendirian sekarang, tidak ada yang dapat memahami perasaannya. Lagi-lagi Alesha bertanya pada Tuhan tentang hal yang sama. "Kenapa masalah terus datang menghamp

