49

1084 Words

Leonard menyandarkan diri di kursi, mencoba terlihat santai meski rahangnya tegang. “Kalau kau mau menakut-nakutiku, lakukan dengan lebih kreatif. Siapa kau sebenarnya?” Sosok di layar terdiam sejenak, lalu menggeser kamera. Dan pada saat itu pula, Leonard terperangah... Sosok wanita tersenyum tulus. "Hai, apa kabar?" tampak mata yang basah dari balik layar. Leonard masih menatap wajah itu tanpa sepatah kata. Raymond dan Jack saling memandang. Sikap Leonard yang membeku, membuat mereka penasaran. "B-bagaimana..." "Ah... sebenarnya ini rahasia. Aku adalah starlightbeat. Dan ini adalah satu-satunya cara agar aku bisa mengubungimu." Leonard masih membisu. Napasnya terasa berat, seperti ada beban yang menghantam dadanya. Ia memejamkan mata sejenak, mencoba mencerna ucapan wanita itu. R

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD