"Aku akan membiarkanmu tinggal disini jika itu yang kamu mau. Tapi berjanjilah untuk selalu tetap dalam pengawasan. Tidak boleh pergi tanpa memberi tahu siapapun yang bertugas karena resikonya sangat besar." Abim merapikan pakaiannya di depan cermin. Sepulangnya dia setelah mengantarkan Abyan ke sekolahnya. "Baik." Reva menganggukan kepala. "Sementara tolong tangani Abyan, aku akan mengurus beberapa hal di Jakarta selama beberapa hari, mungkin dia akan merajuk lagi setelah aku pergi." katanya. "Iya." "Apa kamu sakit? Kamu tidak banyak bicara sejak pagi." dia mendekat kepada Reva yang masih bergelung di tempat tidur. "Tidak, hanya lelah." katanya, namun dia bangkit saat Abim duduk di tepi ranjang. "Lelah?" pria itu mengulum senyum. "Apa aku terlalu keras padamu?" kemudian terkekeh

