Ayah

1286 Words

Abim keluar dari ruang ganti, dengan stelan jas rapinya berjalan mendekati Reva sambil mengenakan dasinya, lalu mencondongkan tubuh tingginya kepada perempuan itu. Reva memahami keinginannya, kemudian dia segera mengulurkan tangan untuk membantu. Merapikan lilitan dasi berwarna hitam itu yang sama dengan warna jasnya. "Aku pikir kamu tidak akan pergi ke kantor lagi?" perempuan itu berbicara, sambil mengusap d**a dan pundak suaminya dengan lembut setelah dia selesai. "Tadinya aku ingin begitu. Tapi ternyata keadaan berkata lain." jawab Abim. "Kamu akan bekerja disana, bersama Vivi?" Reva mulai bertanya. "Tidak, Vivi sudah aku usir keluar dari perusahaan." "Kenapa?" kedua mata perempuan itu membulat sempurna. "Aku belum memberi tahumu ya? Jika Vivi adalah otak penculikan yang mel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD