Take

1053 Words

"Selesai, kamu tampan sekali." Reva merapikan rambut Abyan dengan sisir kecilnya. Kemudiam beralih pada dasi kupu-kupu dibawah kerah kemejanya. "Anak mama memang tampan kan?" dia mencubit ujung hidung sang putra dengan gemas. Walau anak itu selalu beraksi tidak suka setiap kali dia melakukannya. "Lalu bagaimana denganku?" Abim muncul dari dalam ruang ganti, dengan stelah jas cokelat tua yang membuatnya tampak mempesona. "Kamu juga tampan." Reva menoleh kepadanya. "Hanya tampan?" pria itu memiringkan wajahnya. Reva terkekeh pelan. "Ayolah, Abyan sudah tampan, dan dari manakan itu berasal? Dariku tentunya." Abim menggendikan bahu. "Percaya diri sekali kamu." Reva memutar bola matanya. "Tentu saja aku harus percaya diri, hari ini aku akan bertemu dengan banyak orang." pria itu me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD