Abim masuk kedalam kamarnya setelah menunggu Reva berdandan beberapa saat. Dibantu dua orang perias dari salon kecantikan ternama yang dia sewa, membuat penampilan perempuan itu tampak berbeda petang ini. Reva berdiri di depan cermin setinggi dirinya di ruang ganti. Juga menatap penampilannya yang sangat lain dari biasanya. Rambut di tata sedemikian rupa, riasan elegan, dan gaun indah berwarna putih bersih melekat sempurna menutupi tubuhnya yang mulai membesar akibat kehamilan. Namun dia tetap terlihat cantik seperti biasa. Dua perias itu segera membereskan peralatan mereka kemudian keluar begitu menyadari sang pemilik rumah tiba menghampiri istrinya. Abim segera memeluk Reva dari belakang dan mengecup pelipisnya dengan penuh perasaan. "Kamu cantik sekali." bisiknya, lalu dia meng

