Skalla-36

1792 Words

Leo duduk di dekat Alena, sayangnya batas ruang dan waktu telah membuat jarak yang begitu jauh di antara mereka berdua. Bahkan, kedatangan Leo tak disambut dengan baik oleh sang pemilik rumah. Bukannya Leo menuntut apa-apa, melihat Alena tanpa cairan kental yang menetes dari lengannya saja Leo sudah bersyukur. “Gevit dimana, Le?” tanya Alena dengan suara serak karena mungkin kebanyakan menangis, meratapi nasibnya sendiri.  “Kelas. Tadi lagi ngerjain tugas” Tatapan mata Alena lurus ke arah Leo yang duduk di seberangnya. “Kenapa bukan dia yang datang kesini? Kenapa justru lo?” Jika bunga mawar yang Leo genggam perlahan terurai dan jatuh berserak di lantai, apakah dia masih sanggup untuk memungutnya? Perasaan Leo tercabik-cabik, kenapa Alena jadi berubah sepenuhnya seperti ini? “Al, gue

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD