Rendra yang masih melakukan sambungan telepon dengan seseorang di sana merasa tercengang saat mendengar suara lembut yang tidak asing bagi dirinya masuk ke dalam indera pendengarannya saat ini. Sontak Rendra menutup sambungan telepon itu dengan sepihak tanpa menunggu balasan seseorang itu dari seberang line lalu Rendra memasukan ponselnya ke dalam saku celana yang kini dikenakan oleh dirinya. Rendra menoleh ke arah sumber suara di mana tampak sang istri kini sedang menatap ke arah dirinya dengan tatapan penuh tanda tanya. Rendra melangkahkan kaki menghampiri sang istri dengan sikap tenang dan senyuman manis setelah Rendra dapat menguasai dirinya dari rasa terkejut akan keberadaan sang istri di ruang kerjanya saat ini. “Ada apa Kayra?” tanya Rendra. “Perusahaan siapa Rendra?” Tidak menja

