TERPAKSA BERBOHONG

1113 Words
BAB 9 "Apaan sih, ngeres banget sih pikiran kamu," cetus Vita memanyunkan bibirnya. "Oke! Jadi apa yang akan kau lakukan sekarang?" tanya Andre. "Apa?" Jawab Vita tak mengerti. "Apa kau ingin tetap berada di sini? apa orang tua mu tidak khawatir? kau tidak pulang tadi malam kerumah," ucap Andre bejalan ke arah sofa untuk duduk. "Astaga! Mama pasti khawatir?" ucap Vita ymenaruh kan telapak tangannya ke kepala nya lalu segera bangkit terburu-buru hendak pergi. "Kau mau pergi sekarang?" tanya Andre memperhatikan nya. "Iya aku harus pergi! Mama pasti khawatir memikirkan aku," keluh vita sibuk mencari sepatu dan jaketnya. "Kau tidak mau minum kopi bersama ku?" tanya Andre menawarkan. "Aku tidak punya waktu! bye!" cetus vita berlari keluar apartemen lalu segera menuju ke parkiran mobil untuk pulang. Andre yang tersenyum memperhati kan tingkah laku vita berkata,"Dasar gadis ceroboh." Saat tiba di parkiran, vita tak melihat mobil nya terparkir, dia melihat satu persatu mobil yang terparkir, namun tak ada yang dia kenali. "Sial! kemana mobil ku? kenapa tidak ada di parkiran?" omel nya mengacak-acak rambutnya. Vita tak punya pilihan, dia harus kembali ke apartemen untuk menanyakan mobil nya. Andre yang sedang menikmati kopi di pagi hari, mendengar suara bel pintu nya berbunyi. Andre merasa kesal, siapa yang mengangu pagi bersantai nya. Andre berjalan dengan langkah yang malas membuka pintu. dia melihat vita berdiri di depan pintu dengan wajah yang kesal. "Kau kembali? Kau berubah pikiran? kau ingin minum kopi bersama ku? Ayo lah! banyak wanita yang mengantri ingin minum kopi bersama ku, silah kan masuk!" Ucap Andre merentangkan tangan kanan nya ke dalam. "Jangan main-main dengan ku! aku tidak punya waktu untuk minum kopi bersama mu." cetus Vita menatap tajam Andre. "Oho, jika sudah kembali normal, kau terlihat sangat galak," ucap Andre dengan senyuman mengejek. "Hentikan! dimana mobil ku? aku harus segera pulang," tanya Vita. "Aku tidak tahu! mungkin kau meninggalkan nya di suatu tempat? aku membawa mu kesini dengan mobil ku." Jawab Andre. Vita merasa semakin frustasi, dia mengacak rambutnya sehingga berantakan."Tenang Vita, tenang! kau harus ingat di mana kau menaruh mobil mu?" ucap Vita pada dirinya sendiri "Aku ingat! mobil ku ada di Bar, Astaga! kenapa aku seceroboh ini," ucap vita yang memasang wajah lemas. "Butuh tumpangan?" tawar Andre. Vita berpikir sejenak, jika dia menolak tawaran Andre, dia akan lama sampai kerumah, dan mama nya pasti semakin khawatir, dia harus menerima tawaran itu. "Baik, antar aku sekarang! cepat!" pinta Vita memaksa. "Tunggu dulu, bisa kah kau dengan lembut meminta bantuan ku? aku bukan supir taksi," Jawab Andre mengerut kan keningnya. "Huh! kau sangat menyebalkan sekali," cetus Vita dengan menatap tajam Andre. "Terserah pada mu! jika kau tidak mau meminta dengan lembut, aku akan masuk kembali, dan menikmati kopi pagi ku," jawab Andre berniat menutup pintu. "Tunggu, Tunggu dulu!" cegah Vita. "Apa sekarang kau akan meminta dengan lembut?" tanya Andre menatap Vita. Vita menarik nafas lalu berkata,"Tuan Andre yang baik hati, bisa kah kau mengantar kan aku pulang? aku sangat membutuhkan bantuan mu." "Hahaha, Jangan terlalu berlebihan, baik, tinggu sebentar! aku akan mengambil kunci mobil di dalam." Vita yang menunggu di luar, tak berapa lama,Andre pun keluar dan membawa Vita ke parkiran mobil. "Ayo masuk!" perintah Andre pada Vita. Vita yang hanya menurut, masuk kedalam mobil, Andre pun segera menjalankan mobil nya. Saat di perjalanan suasana hening, Vita hanya diam saja, hanyut dalam pikirannya sendiri, dan begitu juga Andre yang fokus menyetir mobil nya. 15 menit dalam perjalanan, Andre sampai kerumah vita. lalu vita pun turun terburu-buru, tanpa mengucapkan terima kasih atau pun menoleh kebelakang.Andre membuka sebelah kaca mobil nya lalu berkata,"Terima kasih atas tumpangan nya sudah mengantar ku." "Aku berharap tidak mendapatkan tumpangan mu lagi," cetus vita menaikkan sebelah alis nya ke atas. "Gadis aneh!" cetus Andre menghidupkan mobil nya untuk segera pergi. "Ma, mama! mama dimana?" ucap vita yang mencari di setiap sudut ruang, namun tak ada siapapun yang terlihat."Mama kemana sih? kok sepi gak ada orang?" Vita melangkah kan kaki nya menginjak tangga satu persatu menuju kamar Rika, saat tiba di depan pintu, dia mendengar suara desahan dari dalam kamar. Vita mendekat kan telinga nya di dekat pintu, suara semakin jelas terdengar. "Ma, Vita udah pulang," ucap Vita berjalan pergi meninggalkan kamar tersebut. "Dasar! setelah dia bersama selingkuhan nya, sekarang dia mendekati mama dan bercinta dengan nya," cetus Vita berlalu pergi menuju kamarnya. Di dalam kamar, Rika dan Biily sudah selesai melepaskan nafsu mereka, terkulai lemas di atas tempat tidur dengan perasaan bahagia. "Seperti nya aku mendengar suara vita,Mas?" ucap Rika pada Billy. "Mungkin saja vita udah pulang?" jawab Billy. "Aku mandi dulu, setelah itu aku akan melihat vita di bawah," jawab Rika sambil mencium kening Billy. Vita berbaring di tempat tidur, merasa lelah dengan keadaan yang sedang di hadapinya, saat hendak memejamkan mata nya, dia tak bisa menutupi perselingkuhan ini begitu lama, tapi dia tak punya kekuatan untuk mengatakan kebenaran nya pada Rika. "Vita sayang kamu di dalam?" suara Rika terdengar dari luar. Vita yang menghembuskan nafas kasar lalu berkata,"Masuk ma, vita ada di dalam kok." Rika pun membuka pintu dan masuk ke dalam kamar, berjalan mendekati tempat tidur Vita, lalu dia duduk di pinggir ranjang tempat tidur. Vita bangkit dari tidurnya langsung memeluk Rika, dia merasa sangat sedih melihat mama nya yang tak mengetahui kalau papa nya sudah berkhianat di belakang nya, tapi dia juga tak punya kekuatan untuk memberi tahu nya. Rika heran dengan kelakuan vita yang tiba-tiba saja memeluk nya,"Ada apa sayang? kamu ada masalah?" tanya Rika. "Vita cuma kangen sama mama," jawab vita memejamkan matanya. "Baru satu malam gak ketemu, udah kangen sama mama," ucap Rika sembari mengusap lembut Rambut vita. "Vita lelah ma, semua ini terasa berat, vita gak sanggup lagi buat menghadapi ini semua." Rika mengerut kan keningnya, tak mengerti apa maksud pembicaraan vita, lalu dia melepaskan pelukannya dari anaknya menatap lembut wajah Vita. "Kamu kenapa sayang? kamu ada masalah? ayo cerita sama mama," tanya Rika menatap lembut penuh tanya. Vita gugup dan kebingungan, dia tak tahu harus berkata apa,"Kenapa aku seceroboh ini," Gerutu nya dalam hati. "Vita?" ucap Rika. "Maksud Vita...lelah sama mata pelajaran yang begitu sulit di berikan dosen," ucap vita mencari alasan dengan berusaha tetap tenang. "Kamu yakin? jangan bohong sama mama! kamu sedang tidak menyembunyikan apa pun dari mama kan?" "Iya mama ku sayang, Vita mengatakan yang sebenarnya." ucap vita senyum terpaksa. "Yasudah, kalau begitu kamu makan dulu! mama udah masak kesukaan kamu, biar kamu semangat menghadapi mata pelajaran yang sulit itu." perintah Rika bangkit dari tempat tidur lalu pergi keluar. 'Siap ma!" ucap vita merasa lega. Happy reading ? semoga suka dan terhibur ? jangan lupa follow ya, dan masukkan ke Rak buku?? tengkyu ??
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD