Bab 12
Setelah 7 jam berada di dalam pesawat, akhirnya Billy dan Erika tiba di Bandara udara İnternasional Incheon di Korea Selatan.
Dengan semangat Erika sangat bahagia tiba di Korea, ini pertama kalinya Erika melakukan perjalanan yang sangat jauh.
"Sayang terima kasih, aku sangat bahagia bertemu dengan mu,"ucap Erika dengan tersenyum lebar.
"İya sayang, ayo kita cari tempat penginapan dulu.
Erika dan Billy pergi dengan sebuah taksi untuk mencari tempat tinggal selama mereka berada di Korea.
"Sungguh menakjubkan!"cetus Vita yang mengikuti mereka dari belakang.
"Apa kita akan menginap di tempat yang sama bersama mereka?" ucap Andre.
"Menurut mu bagaimana?"jawab Vita yang berjalan terlebih dahulu meninggalkan Andre.
"Aku tidak mengerti dengan wanita satu ini, kenapa dia selalu berbicara kasar pada ku?seharusnya dia memperlakukan aku sangat lembut, setelah aku menolong nya, dia sangat susah di tebak?"Andre yang mengomel sendiri setelah Vita meninggalkan nya begitu jauh.
Billy dan Erika menemukan tempat penginapan, mereka pun beristirahat di dalam kamar hotel.
"Kapan kita akan melakukan operasi nya sayang?"Tanya Erika.
"Besok kita akan mencari dokter terbaik di sini, dan kita akan melakukan operasi nya setelah kita menggugurkan anak itu."
"Sebenarnya, anak itu sudah aku gugur kan sebelum terbang ke Korea,"ujar Erika yang mencari alasan.
"Kapan? kenapa aku tidak tahu?"tanya Billy mengerut kan keningnya.
"Aku melakukan nya bersama teman ku, dia memperkenalkan aku dengan seorang dokter, yang sudah terbiasa melakukan aborsi."
"Oh syukur lah, sekarang aku merasa lega menikmati liburan kita di sini sayang."ucap Billy langsung memeluk Erika.
Erika pun tersenyum lebar dengan perasaan puas,satu masalah sudah berhasil dia beres kan, dia berhasil membohongi Billy sejauh ini, bahwa dia tidak hamil sekali, target berikutnya Erika akan membuat operasi itu berjalan lancar sesuai dengan harapan nya.
Sebuah panggilan masuk ke handphone Billy, dia pun segera melepaskan pelukannya dari Erika, dan mengambil handphone nya, dia melihat Rika sedang memangil nya dan lalu mengangkatnya.
"Halo sayang, kamu sudah sampai?"suara Rika dari seberang.
"İya, aku baru saja tiba, dan sekarang aku sedang di dalam hotel."
"Kamu jaga diri ya! dan jangan telat makan, jaga kesehatan walaupun kamu sedang sibuk."
"İya sayang, terimo kasih ya,"ucap Billy mengakhiri pembicaraan dari telepon.
Billy kembali mendekati Erika, kemudian mencium nya, Erika yang terlihat merenggut kerena Billy berbicara pada Rika.
"Kamu kenapa?"Tanya Billy.
"Aku tidak suka wanita itu mengangu momen kita berdua di sini,"ucap Erika marah.
"Kamu cemburu? baik lah aku akan berusaha tidak berbicara pada nya,saat aku bersamamu,"ucap Billy yang mulai menciumi Erika.
Erika pun kembali membalas ciuman Billy, dan sampai keduanya melakukan hubungan ranjang di atas tempat tidur.
"Apa kau sudah menemukan hotelnya?" Tanya Andre yang merasa lelah mengikuti Vita berjalan kesana kemari.
"Aku menemukan nya! ini titik terakhir papa aku berhenti,"ucap Vita masuk ke dalam hotel.
Andre yang menarik nafas panjang hanya pasrah mengikuti langkah kaki Vita.
"Selamat siang, ada yang bisa di bantu?"sapa seorang resepsionis staf hotel.
"Saya mau pesan 2 hotel."
"Maaf, saat ini hanya tersisa 1 hotel saja," jawab staf tersebut.
Vita terdiam sejenak, dia juga tidak bisa mencari tempat penginapan yang lain.
Kemudian dia menoleh ke arah Andre, meminta persetujuan, apakah tidak masalah jika tinggal di dalam satu kamar.
Andre hanya mengangkat bahunya, menandakan dia serah kan semuanya kepada Vita.
Vita mengerti apa maksud Andre, dia pun menyetujui, persyaratan staf hotel tersebut.
Vita dan Andre mencari kamar yang di maksud staf hotel, setelah mereka menemukan nya, Vita dan Andre pun masuk kedalam kamar hotel tersebut.
"Kita di sini hanya ada urusan, jadi jangan anggap aku memaksa mu, untuk 1 kamar dengan ku,"ucap Vita yang tak ingin Andre berpikiran aneh nantinya.
"Aku tidak mengatakan apa pun, dari tadi aku hanya mengikuti mu, kau yang pegang kendali."Jawab Andre menaikkan alis nya.
Vita pun terdiam, dan meletakkan barang-barang yang di bawa nya, Vita tak punya baju yang banyak, Vita hanya membawa 2 pasang pakaian saja, kerena dia tak pernah berpikir bahwa papa nya, akan pergi keluar negeri.
Andre pun menyusun barang yang di bawa nya, mulai dari parfum dan juga barang-barang kesayangan nya.
"Apa kau berniat menetap disini?"tanya Vita yang menyaksikan semua barang yang di bawa Andre, seperti perlengkapan wanita.
"Kenapa? apa kau tidak pernah melihat farfum yang unik seperti ini?"Andre yang memamerkan farfum nya yang beragam bentuk.
"İtu terlihat aneh, wanita saja tidak mengoleksi begitu banyak farfum seperti kau."
"Kau bukan wanita!"ucap Andre meremehkan.
"Apa? apa kata mu?"Jawab Vita kesal.
"Aku baru kali pertama, melihat wanita yang aneh seperti mu, kau terlihat tomboi, kau tidak berbentuk seperti wanita pada umumnya,"ucap Andre menilai penampilan Vita yang sederhana.
"Wah, Sekarang kau berlagak seperti perancang desainer,"cetus Vita menyunggingkan bibir nya.
"Tidak, aku hanya mengatakan apa yang ku lihat, wanita pada umumnya, memakai gaun yang indah, menghias wajah mereka supaya terlihat menggoda,"terang Andre.
"Jika aku berpenampilan seperti itu, apa kau akan berkencan dengan ku?"ucap Vita menatap tajam.
"iya, kenapa tidak? mungkin saja aku akan tergoda? kau akan terlihat seksi jika kau berpenampilan seperti itu,"ucap Andre tersenyum lebar.
"Maka jangan pernah bermimpi, aku tidak akan berpenampilan seperti yang kau inginkan,"ucap Vita berjalan menuju pintu kamar.
"Sial! dia menjebak ku dengan pertanyaan nya sendiri,"ucap Andre dalam hati.
"Kau tidak lapar?"tanya Vita yang sudah berdiri di depan pintu.
"İya aku sangat lapar, sangat lapar sekali, dan aku ingin memakan mu,"jawab Andre yang berusaha menerekam vita, dengan kedua tangannya, saat Vita berdiri di depan pintu.
Vita yang berdiri santai dan menatap Andre dengan tatapan aneh berkata, "Kau mau mati?"
Andre pun menurun kan tangan nya yang ingin menyentuh Vita dengan salah tingkah dan malu.
"Ayo pergi!"ajak Vita yang membuka pintu dan berjalan keluar.
Saat Vita dan Andre berjalan keluar, dia melihat Erika pergi dengan Billy.
Vita segera berlari untuk mengejar mereka, Vita tidak ingin, melewatkan satu detik pun apa yang mereka lakukan.
"Hey, kau mau kemana? kita tidak jadi makan?"Andre yang berteriak memanggil Vita.
"Ayo cepat! mereka sudah pergi, kita makan nanti saja," ajak Vita yang menarik tangan Andre.
Andre yang terlihat lemas dan tak berdaya berkata,"Aku sudah mengambil keputusan yang salah untuk ikut bersamanya, aku akan mati kelaparan di sini,"ucap Andre dengan wajah pasrah.
Bersambung ....
Happy reading ?