Jari-jari itu bergerak gelisah, diiringi dengan detak jantung yang tak karuan. Sang gadis bernetra cokelat menatap penuh rasa bersalah pada pria tampan di sampingnya atas insiden bodoh yang baru saja ia sebabkan. Saat ini, keduanya tengah berada di mobil menuju jalan pulang ke hotel. Setelah insiden ciuman itu, Zero langsung menarik Luna pergi menjauh dari Elizabeth dan Martin tanpa mengucapkan kata pamit. Dan sekarang, lelaki itu membeku di sampingnya, seolah ia tak ingin membahas kejadian tadi. Bahkan, untuk sekadar menatap Luna pun, Zero sepertinya enggan. Dia terus melirik ke jendela, entah apa yang ia perhatikan. Mungkinkah salju yang sedang turun? Atau, pemandangan indah natal ala London? Entahlah, Luna tidak bisa menebak. Dia juga sebenarnya masih tidak tahu di mana letak kesala

