#29

1055 Words

Zero menarik napas lelah dan membanting tubuhnya ke atas kursi saat ia baru saja keluar dari toilet untuk kesepuluh kalinya siang ini. Well, dia benar-benar menderita hanya karena dua suap makanan, dan sialnya ia tidak bisa mengeluh ... karena semua ini adalah hasil dari perbuatannya sendiri. Lelaki itu mengerang kesal dan mengacak rambutnya frustrasi, kala ia melihat sebuah obat diare yang diletakkan di atas meja oleh seseorang. Hanya satu manusia yang bisa masuk ke dalam sini dengan sesuka hati selain dirinya yaitu ... Jeremy. Pegawai yang satu ini memang jarang mengobrol dengan Zero, tetapi mereka lumayan dekat. Lelaki itu mampu membaca situasi dengan baik dan tahu apa yang bosnya butuhkan, belum lagi kinerjanya tidak pernah mengecewakan. Zero menghela napas lalu berjalan ke ujung ru

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD