Suasana siang itu terasa sepi saat Zero baru saja pulang dari sekolah. Lelaki bermata abu itu bingung, karena biasanya saat matahari berada di atas kepala, Mamanya akan berada di luar bersama beberapa pelayan untuk mengurus tanaman mereka. Mamanya bukan tipikal orang yang takut kulitnya menggelap karena mentari. Ia wanita yang ceria dan cantik. Hanya saja, sejak kemarin-kemarin dia memang tidak melakukan aktivitas seperti biasanya—karena katanya ia sakit, tapi karena terlalu sibuk dengan urusan tugas dan sekolah, Zero belum sempat memeriksa keadaan Mamanya. Hari ini segalanya terasa berbeda. Ralat, sebenarnya sejak tadi pagi Zero sudah merasa aneh, soalnya Mama tidak ikut mereka sarapan. Karena ia terlambat bangun, ia jadi tak sempat mencari sang Ibu dan langsung pergi ke sekolah. Lang

