#45

983 Words

  Luna berlari cepat kala suara mobil Zero perlahan terdengar di depan perkarangan saat jam menunjuk pukul empat sore. Mereka masih memiliki beberapa waktu untuk bersiap-siap pergi ke pesta, dan hal itu tentu sangat Luna nantikan, karena dengannya ia akan melihat Zero kembali, setelah satu minggu terpisah. Jeremy ingin berteriak, meminta Luna untuk berhati-hati kala perempuan itu melangkah cepat, seolah ia lupa ada satu kehidupan yang masih sangat mungil di dalam perutnya. Peringatan Jeremy tak sempat keluar, karena nyatanya Zero sudah berada di ambang pintu, menatap Luna dengan wajah yang berseri-seri. Oh dear, ini akan menjadi drama India yang indah. Apa sekarang aku harus bernyanyi? batin Jeremy meringis geli. Sudah lama dia tidak jatuh cinta, jadi kala melihat orang lain bermesraan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD