Dia Bicara Apa?

1168 Words

“IYA!!” Mimi mengerut mendengarkan jawaban Bram. ‘aku juga tidak tahu Mimi, tapi aku tak terima, sangat tidak terima atas tindakanmu,’ ‘apakah ini artinya aku benar-benar menginginkan Mimi, aku tertarik secara harfiah?’ Bram melangkah satu langkah mendekati Mimi. Spontan gadis di hadapan Bram mundur satu langkah. Bram memberanikan diri menyentuh tangan yang terluka. “apakah kamu tak ingin bertema kasih padaku?” “tanpa aku malam itu, mungkin saat ini luka yang kamu dapatkan bukan sekedar luka fisik, melainkan luka batin dan rasa hina yang tak termaafkan,” imbuh Bram. Tangannya mengangkat dan meraba pergelangan tangan Mimi. Namun matanya tak berpindah barang sejenak dari menatap Mimi. Mimi mundur sampai sisi belakang kakinya meyentuh* ranjang tidurnya sendiri. dan Bram terhenti di san

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD