[Tapi.. kamu tahu, -kan] volume suara Bram menurun, menjadikan Sofia kembali duduk di sofa dengan tenang. Si perempuan yang memiliki sifat asli childish menenangkan dirinya, [Mimi punya kekasih, dan lebih parahnya saat ini dia sangat marah padaku] [aku akan membantumu mencari cari cara merebut hatinya,] yakin Sofia, kembali memungut alat mungil, pengikir* kuku yang jatuh di lantai, [tapi.. kau tahu kan maksudku?] melempar pertanyaan balik [kartu kredit ku sedang menjerit, hehe] [kau ini!] dan kesepakatan di mulai. *** Selepas tindakan tidak sopan yang dilakukan lelaki padanya, Mimi meringkuk di kamar. Matanya yang merah telah melelehkan bulir air. Dia menggosok-gosok bibirnya berulang kali, meringkuk memeluk guling di atar ranjang tidur Mimi berharap kenangan itu lekas menghilang. Wal

