Secercah Harapan

1153 Words

Saat matahari naik ke puncak langit, gue hentikan pekerjaan. Sumpah, rasa lapar sangat menyiksa. Energi terkuras habis karena dari pukul tujuh gue udah bekerja. Gue mencangkul sawah pada salah seorang petani di sebuah desa bernama Sugih Jati. Letak desanya bertetangga dengan desa tempat tinggal Pak Didin. Masih satu kecamatan. Petani yang menerima gue bekerja itu namanya Pak Nana. Dia karibnya Pak Didin. Dan gue dikenalkan oleh Pak Didin. Lahan milik Pak Nana sangat luas. Dia punya lahan untuk sawah, perkebunan kopi, peternakan sapi dan domba. Dia juga punya beberapa orang pekerja lain yang usianya se umuran sama gue. Mereka pemuda asli dari kampung itu. Mereka bekerja kepada Pak Nana setamat SD, tidak meneruskan sekolah karena tidak ada biaya. Alasan klise di negeri ini. Padahal negeri i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD