Warna Itu

1124 Words
Sesudah kejadian Gila yang terjadi diperusahaannya Wanda segera menyetir mobilnya menuju sebuah Klub malam di Ibukota. Setelah sampai,matanya lalu mencari sosok laki-laki blasteran bernama Dominic.Wanda Mendecak kesal tidak menemukan Dominic. Sementara itu Dominic nampak terkejut dengan hadirnya Jeslyn. Jeslyn memakai baju dress selutut dengan belahan d**a yang panjang membuat mata laki-laki itu membulat bingung anatar ingin melahapnya atau menemukan kekasihnya Wanda. Jeslyn datang diwaktu tidak tepat menurut Dominic. Namun Jeslyn tidak kehabisan akal menggoda Dominic dengan menggesekkan Tubuhnya keDominic. Sialnya Dominic malah terpancing dengan Hawa Nafsu akibat ulah Jeslyn. "Ooh sayang, pelan sedikit ini memabukkanku,"kata Dominic kepada Jeslyn. "Disini kedap suara kau tahu sengaja ingin melakukannya disini,bercinta denganmu sangat nikmat bisik Jeslyn dari bawah. "Kau juga sangat pas untuk dinikmati, untung selalu membawa k****,"kata Dominic dengan menarik celana Jeslyn. "pegang keduanya dengan benar Dom,kau membuatku merasa bagai disurga, ini menyenangkan sekali,"kata Jeslyn menuntut tangan domi memeras kedua bukitnya. "Pastinya sayang, ukurannya sangat pas untukku,"kata Domici dan menurunkan celananya drngan cepat. "Lihat punyaku sudah mulai basah karena ulahmu,"kata Jeslyn sambil mendesah keenakan. "Ayo, buka kakimu untuk kumasuki,"kata Dominic memerintah. "aucchh....akh...akh.... goyang lagi,dom lebih keras kali ini,"kata Jeslyn mulai mendesah. "kamu memang terbaik.... fast.... auch...akh..."kata Dominic mulai keenakan dengan penyatuan mereka. Tanpa menyadari bahwa seorang wanita mengintip dengan pandangan penuh amarah iyah dia adalah Wanda nampak terkejut dengan aktivitas manusia laknat. Satunya adalah kekasihnya dan yang satunya adalah temannya sendiri sudah di anggap saudari sendiri.Wanda menanyakan kepada waiters langganan mereka berdua bernama Elang. Elang nampak agak kaget karena biasanya Dominic yang memesan tempat Vip utama itu. Namun hari ini memesan Vip Jeslyn dan menambah kecurigaan karena Dominic masuk dengan Jeslyn bukan dengan Wanda.Wnada segera memasuki ruangan itu tanda babibu lagi,Elang mengikuti dari belakang nampak terkejut. "Hebat sekali yah kalian berdua,membohongi aku dan melakukan hubungan dibelakangku."kata Wanda dengan tatapan penuh kebencian. "Wow,liat siapa ini si Nona punya segalanya terlihat sempurna,"kata Jeslyn meraih baju dress dan celana dalamnya. "Wanda kau tidak seharusnya berteriak kepada Jeslyn,"kata Dominic dengan memasangkan celananya. "Sekumpulan b****** menyuruhku diam?"kata Wanda penuh amarah. "Kau Bahkan tidak lebih baik dariku Nonan sempurna buktinya pacarmu sajah tergoda oleh keseksianku,"kata Jeslyn dengan senyuman. "Setidaknya aku bukan perempuan j**** sepertimu menghangatkan laki-laki,"kata Wanda lagi dengan penuh intimidasi. "Dan kau, tidak lebih dari sampah laki-laki breng***,"kata Wanda lagi dengan menunjukk kepada Dominic. "Owwwwh, Tentu jika itu pilihanmu Nona, aku Juga ingin putus dengan-mu, kau terlalu Kunoo untukku lihatlah bajumu itu terlaku tertutup,"Kata Dominic Mengejek Wanda. "Baik,tidak perlu lagi berhubungan semoga Dosa kalian diampuni Tuhan yah para laknat,"kata Wanda Meninggalkan mereka berdua. Elang menutup pintu setelah Wanda keluar penuh Amarah. Wanda benar-benar tak menyangka bahwa teman dan pacarnya mengkhianantinya. Di Klub Bintang ini hadir juga Juan dengan tatapan mencari seseorang yah Raymond. Raymond mengadakan pesta konyol ditempat yang mungkin bagi sebagian orang menyenangkan. Namun tidak dengan Juan. Penyakitnya itu membuatnya sangat tidak nyaman terlebih di Klub diskotik ini. vanyak asap rokok,para wanita dan dancer setengah bahan. "Raymond,kau dimana?"kata Juan dengan melepon Raymond. "aku... berada di belakang.... akh babe....akh babe....."kata Raymond memdesah. "Kau benar-benar gila Raymond,kau sedang dibelakang mana sekarang,"kata Juan tidak sabar. "akh...akh.... enak sekali cepatlah bergoyang lagi di atasku, kuremas d*d*mu itu sangat seksi.... babe...akh....,"kata raymond kembali mendesah. "Awas yah kalau ketemu akan ku jadikan makanan hewan kau,"kata Juan dengan kesal. Disisi lain Wanda kesal dengan pengkhianantan pacarnya tidak menyadari ada.pria hidung belang didekatnya yang mencampurkan obat perangsang ke.minuman jusnya. Juan yang tidak.bisa menemukan Raymond duduk tidak jauh dari Wanda. Juan merasa.mengenal wanita itu iyah Wanda. apa yang sedang dia lakukan ditempat ini,pikir Juan. Juan melihat Wanda kemudian berjalan terhuyung padahal dia hanya memesan Jus,mengetahui ada yang tidak beres kemudian dia menyuruh staf lain dikantornya memesan hotel dilantai atas no.4. setelah telepon di tutup Juan sengaja menyenggol Wanda. "Tuan, To.....lo.....ng.... Saya ini Panas.....,"kata Wanda dengan merintih. "Pelankan suaramu, akuakan mengamankan-mu,"kata Juan dan menuntun Wanda ke lift. Dilift tingkah wanda menjadi jadi dia membuka hampir seluruh pakaiannya. Namun Juan dengan cepat menutupi baju sisa terakhir gadis itu dengan jasnya. Sesampainya dikamar no.4 Juan memapah Wanda Ke tempat tidur berukuran King size. Tiba-tiba Wanda membuka gaunnya sendiri, memperlihatkan Bra dan Celana Dalamnya sajah. Juan setengah mati untuk tidak menyentuh Wanda karenandia sangat takut terhadap.wanita. Wanda masih berusaha membuka penutup terakhir tubuhnya itu dengan susah payah.Juan membawa wanda ke bathtap untuk.menyiram gadis itu. sialnya tanpa sengaja dia terpelesst dan malah masuk kedalam bathtup itu. Wanda semakin merasakan panas Juanoun berusaha bangkit namun ditahan oleh tangan Wanda. Wanda sudah berhasil membuka Branya,kini dia mulai membuka baju Juan. Juan yang kaget hanya bisa pasrah melihat d*d* Wanda terpampang jelas dimatanya. Juan tidak sadar Juniornya sudah mulai menegang dibawah sana. kini dia hanya memakai celana dalam sajah akibat ulah Wanda. "Give me kiss boy...akh...ingin merasakan punyamu itu ayolah,"kata Wanda dengan penuh gairah. Juan yang kaget tidak sengaja mencium Wanda dan memegang d*d* Wanda. Kemudian Wanda mulai mendesah nikmat tanpa sadar Juan membawa Wanda keatas kasur. Juan Lalu membuka Celana yang dia kenakan dan membuka celana Wanda. Wanda lalu mencium juan bertubi-tubi. "akh...Tuan.... hisap....Tuan.... Hisap....akh..."kata Wanda mendesah. "Kau yang meminta.....akh... kau sangat enak sayang...."kata Juan dengan mendesah. Juan membuat Wanda mendesah dengan menghisap ceruk leher dan d*d* Wanda. Tidak lupa membuat Wanda merasakan kenyamanan dulu dipontu surgawinya. "lakukan sekarang aku sudah tidak tahan"teriak Wanda sampai di pumcak gairah. "akh... kau enak sekali.... wah... ini pertama yah untukmu..."kata Juan dengan penuh semangat. "akh... sakit... sakit.. pelan... sedikit,"kata Wanda meringis kesakitan ini adalah pertama.untuknya menyerahkan.Mahkotanya pada laki-laki. "Baik... ini first time untukmu, maka akukan melakukan dengan perlahan....akh.. kamu nikmat sekali...."kata Juan terus memuji Wanda. "Awalnya aakit.... akh... sakit...akh... nikmat...lakukan dengan benar aku ingin.pipis...".kata wanda dengan enak. "Pleasure..... akh nikmat....akh...unchh...akh...unchh... kata Juan mendesah kenikmatan. Juan juga baru pertama.kali melakukannya dengan Wanita. penyakitnya di tidak.bisa bersetuhan dengan wanita manapun. Nampaknya kali ini menjadi malam panjang dengan penyatuan mereka berdua. Sementara Raymond sedang bersama Linda. "Owh... babeb aku ingin menghisap d*d*mu lagi sayang,"kata Raymond Nakal. "akh....akh... kau terbaik,babe.kata Linda pacar Raymond "ini masih satu ronde sayang, aku menginginkan 3 ronde jika perlu," kata Raymond penuh semangat. "akh....lanjutkan sayangku...."kata Linda dengan.baik. Raymond dan Linda masih asyik dengan aktivita mereka. Hingga dikagetkan denfan suara telepon dari Ibu bosnya yaitu ibu Margaretha Anjani. "Sayang,babeb angkat dulu teleponmu berisik sekali,"kata Linda kepada Raymond. "Baik2. sebentar yah babeb,"kata Raymond sambil meraih ponselnya. Teleponpun berbunyi dan suara seorang wanita diujung saba mengagetkan. "Ray,apa kamu sudah bersama Juan?"kata wanita itu cemas. "Astaga,Juan iyah Tante sebentar yah,"kata Raymond sambil menganbil bajunya dan bergegas pergi keluar ruangan Vip. Raymond menyuruh Linda untuk pulang duluan. Dia sudah melepon stafnya untuk menanyakan keberadaan Juan karena hp Juan tidak aktif. Juan nampaknya kau sedang bersenang-senang kata Raymond dalam hati karena menurut stafnya Juan memesan kamar di lantai no.4. Dominic dan Jeslyn sudah selesai dengan aktivitas pana merekapun pulang. Dominic merasa menyesal karena telah meningalkan Wanda di Klub. Sekarang diapun kebingungan.Wanda tidak bisa dihubungi olehnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD