33. Melewati Malam Berdua pt 1

1070 Words

“Bodoh! Bodoh! Bodoh!” Aurel membenamkan seluruh tubuhnya di bawah selimut. Merutuki bagaimana ia bisa bertindak sampai sejauh itu. Alarm di dalam kepalanya berbunyi nyaring, jelas sadar akan Gara yang tidak akan mungkin berdiam diri begitu saja. Ya, Tuhan! Bagaimana ini! Haruskah aku meminta bantuan Saras 008 untuk mengeluarkan jurus tendangan gledek pencabut nyawa demi melawan Tuan? “Argh!” Aurel berteriak di balik selimut. Kaki mungil yang menendang-nendang badan ranjang hingga bantal yang ia lempar ke sembarang arah. Sungguh, ia benar-benar sangat menyesal atas semua hal yang terjadi. Tapi mungkin tidak semuanya, sebab masih ada satu hal yang pada akhirnya berhasil membuat ke dua sisi sudut bibir Aurel melengkung ke atas. Yaitu, sertifikat kelulusannya. Meski ia mendapatkannya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD