Bab 106 - Kekhawatiran Vania

2041 Words

“Halo, Vania. Kamu dengar Mama gak sih?” Suara Indah membuyarkan lamunan Vania. Wanita paruh baya itu berceloteh ria sendiri sejak tadi. Putrinya tidak memberikan tanggapan apa pun terhadap permintaannya. “Kamu kenapa, Sayang? Apa … Galaksi masih belum mau punya momongan dulu?” terka Indah. Vania mengembuskan napasnya perlahan, lalu berkata, “Ma, jangan asal nebak. Aku dan Galaksi … kami belum membicarakan tentang hal itu.” “Ya sudah. Kalian nikmati saja bulan madu kalian. Mama tidak mau mengganggu lagi biar cucu Mama cepat jadinya,” seloroh Indah sembari terkekeh kecil. “Mama!” Vania memanyunkan bibirnya. “Sudah malam. Istirahatlah. Titip salam Mama sama Galaksi ya,” ujar Indah yang ingin memutuskan panggilan tersebut lebih dulu. Namun, Vania buru-buru mencegahnya karena teringat a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD