23. Spoiled Girl

1265 Words

"Kenapa tidak sedari dulu kamu mengakui perasaan mu Lisha" ujar Lian sambil matanya tetap fokus pada layar laptopnya. Jujur Pekerjaannya begitu banyak, tetapi Lisha malah seenaknya merengek meminta ke Korea hanya untuk makan di sebuah restoran. Padahal di paris juga banyak restoran yang enak. Namun bukan masalah baginya. Lian sangat senang akhirnya Lisha jatuh kedalam pelukannya tanpa perjuangan yang ekstra. Lagi pula Lian masih bisa mengerjakan pekerjaannya di dalam pesawat pribadinya seperti sekarang ini. Untuk meeting besok, Lian menyerahkan semuanya pada tangan kanannya yang sudah ia percayai sejak lama. Siapa lagi kalau bukan Revano. "Ck! Dulu aku sangat takut pada Reza" Lisha berdecak dengan kesal "Kenapa kamu harus takut? Bahkan kamu memiliki banyak koneksi untuk melawan reza"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD