Rhea dan Deva saling beradu tatap dalam jarak yang sangat dekat, bahkan keduanya bisa merasakan embusan napas. Mereka hanya terdiam, tidak ada yang berani bergerak. "Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?" batin Rhea yang jantungnya bertalu-talu karena menyadari posisinya saat ini. Deva menatap bola mata Rhea yang begitu bening. Iris netranya berwarna cokelat menatapnya dan itu membuat aliran darah di sekujur tubuhnya terasa berdesir. Ketika tatapan Deva berpindah dari mata ke bibir Rhea yang berwarna pink segar, rasanya dia ingin menciumnya. Ada sebuah dorongan kuat untuk melakukan itu. "Kita, kan, sudah menjadi pasangan suami-isteri. Jadi, sah melakukan itu, kan?" batin Deva. Dia pun mendekatkan mukanya ke Rhea untuk mencium bibir ranum yang terlihat sangat menggoda. Mata Rhea

