Kini Deva dan Rhea berada di sebuah rumah yang ukurannya jauh lebih kecil dari kediaman Opa Jaya atau Papi Mahendra. Laki-laki itu sengaja memilih rumah ini untuk mereka tempati karena hanya berdua saja. Pembantu yang mengurus rumah, datang di pagi hari dan pulang saat sore. "Aku menempati kamar utama dan kamu menempati kamar kedua," kata Deva sambil menunjuk ke arah kamar yang di maksud. "Kenapa kita tidak tidur di kamar yang sama? Bukannya kita sekarang sudah menjadi suami-istri?" tanya Rhea dengan kening mengkerut. "Aku tidak mau setiap bangun tidur kena KDRT sama kamu. Bisa-bisa aku mati muda," jawab Deva dengan wajah tengil dan membuat Rhea ingin memiting kembali sang suami. "Oke. Dengan begitu kamu tidak akan bisa menjamah tubuhku," ucap Rhea sambil mengangguk-anggukkan kepala.

