Chapter.02

1008 Words
DoG - Chapter 2 Malam hari telah tiba, terlihat sebuah jalanan yang dihiasi lampu warna-warni yang indah, ditambah banyaknya orang yang berjalan memenuhi trotoar dan kendaraan-kendaraan yang melintas dengan lampunya yang menyala, itu menambah kesan keindahan yang hanya bisa dilihat di perkotaan pada malam hari. Dengan berbagai cahaya yang menerangi jalan, Arnold terhenti di sebuah minimarket untuk berbelanja beberapa kebutuhan untuk kehidupannya. Dirinya adalah seorang yang hemat, dia tidak akan menghabiskan uangnya untuk hal yang tidak berguna, ia lebih memilih menabungkan uang yang dimilikinya, uang yang akan ia tabungkan akan digunakan jika Arnold mengalami keadaan darurat atau jika ada sesuatu yang dia inginkan, maka Arnold akan menggunakan uang tabungannya. Bahkan untuk seorang remaja laki-laki yang telah berumur 19 tahun ini, Arnold tidak pernah sekalipun berfikir untuk memiliki pasangan, karena ia berfikir itu akan membuang waktunya dan juga akan menghabiskan uangnya saja, itulah pandangan Arnold saat ini terhadap pacaran. Tak lama kemudian Arnold keluar dari minimarket tanpa membawa belanjaan apapun, itu karena belanjaan Arnold terlalu banyak untuk ia bawa oleh kedua tangannya, oleh karena itu ia meminta pihak minimarket untuk membawakan belanjaannya. Arnold segera berjalan pulang karena berfikir urusan di luar rumah Arnold sudah selesai. Arnold berjalan dalam keramaian, ia berjalan dengan mengacuhkan orang-orang yang berpapasan dengannya hanya seolah-olah ia sendiri yang sedang berjalan di trotoar itu. ===== Setelah berjalan di gelapnya malam, kini Arnold sudah berada di depan apartemennya, ia masuk dan melihat barang belanjaannya yang kini sudah berada di dalam apartemennya. Arnold segera membereskan barang satu persatu dan sekalian membereskan kamarnya yang sedikit berantakan. "Huftt, sungguh membosankan." Helanya sembari membaringkan tubuhnya di kasur dengan tangan terlentang. Tujuh hari sebelum masa hukuman Arnold selesai. Kini Arnold tengah berada di sebuah gerai elektronik ternama di Indonesia bernama Bhineka Store. Arnold tengah membeli VR Gear versi terbaru yang sudah rilis 1 bulan lalu, VR Gear versi terbaru tentunya memiliki tingkat kerealistisan yang lebih bagus dari versi sebelumnya di tengah tambah dengan efek-efek yang semakin disempurnakan dan banyak lagi, itu akan meyakinkan bahwa dunia virtual jaman sekarang adalah dunia kedua bagi manusia. Fitur unik lainnya dari VR Gear terbaru ini bisa dikatakan serba bisa, berkat kerja sama perusahaan AI Corporation dengan gerai-gerai makanan terkenal di dunia dan juga bank nasional di beberapa negara yang menyetujui untuk bekerja sama, kini VR Gear menyajikan pengalaman bermainnya lebih mudah. Arnold tengah berjalan di lorong yang penuh dengan alat elektronik, ia sedang mencari sebuah benda yang semua orang idam-idamkan saat ini. Karena tak kunjung menemukan benda yang ia cari, dirinya kini mencoba bertanya kepada salah satu karyawan yang bekerja disini. "Permisi, disini apakah menjual VR Gear versi terbaru yang keluar pada bulan lalu? Saya sudah mencari benda itu kemana-mana tapi hasilnya nihil." Arnold diberi tahu oleh pegawai tadi bahwa harus membeli benda itu di area F di bagian utara toko ini. Setelah berjalan cukup lama di lorong yang penuh alat elektronik Arnold kini tengah mengantri disebuah antrian yang cukup panjang. Dirinya menghela nafas, ia tidak mengira bahwa akan ada pengatrian yang panjang di dalam toko besar seperti Bhineka Store. Setelah penantian panjang yang Arnold jalani, akhirnya sekarang giliran ia untuk memesan VR Gear, dengan muka lesu ia berbicara dengan seorang pelayan wanita. "Saya ingin membeli VR Gear versi terbaru." Pegawai wanita itu hanya menanggapi dengan senyum masam pada seorang pemuda di depannya. Tidak begitu aneh jika antriannya panjang karena teknologi VR sudah di gemari oleh berbagai jenis usia mau itu anak-anak, orang dewasa ataupun juga lansia. "Maaf tapi benda itu baru saja habis, anda baru bisa kembali kesini lagi dalam 5 hari kedepan, atau anda bisa memesan dari sekarang dan kami akan kirim kekediaman anda jika barang anda yang sudah di pesan sudah sampai, tolong tulis alamat anda disini jika anda berminat. Ucap si pegawai dengan menunjuk sebuah kertas yang sudah tertulis beberapa nama yang sudah berada di kertas itu. Saat ini VR Gear terbaru sangat sulit didapatkan karena setiap negara hanya diberi jatah 10 ribu unit lalu di sebarkan di daerah-daerah tertentu. Di tambah banyaknya orang yang ingin mencoba performa dari VR Gear versi saat ini, di bandrol dengan harga 27,9 juta, meski terbilang fantastis dengan fitur dan pengalaman bermain yang lebih real itu bisa dikatakan pas untuk orang yang mampu. "Sayang sekali toko ini kehabisan stok, kalau begitu lebih baik saya memesan dari sekarang." Arnold menuliskan alamatnya disebuah kertas yang di siapkan oleh si karyawan. "Itu alamat saya, dan untuk pembayaran saya akan lakukan sekarang." ucap Arnold sembari memberikan sebuah kartu untuk melakukan pembayaran. "Baiklah, barang akan sampai ke kediaman anda dalam lima hari dan juga terimakasih telah percaya dan menggunakan layanan kami." ucap si karyawan dengan penuh senyum di wajahnya. Ia lalu memberikan kembali kartu yang Arnold berikan untuk melakukan pembayaran. Arnold mulai berjalan lalu pergi keluar toko dan lepas pulang karena ia berfikir tidak alasan lagi ia berada di dalam toko itu. "Huftt ...." Hela Arnold dengan wajah lesu penuh kelelahan setelah menunggu antrean begitu panjang, meski hasilnya bisa dikatakan kurang tetapi Arnold bersyukur karena benda yang ia inginkan akan datang dalam lima hari, itu tidak akan masalah baginya karena jikapun ia mendapatkan VR Gear langsung pada malam ini pun itu percuma, ia tidak akan menggunakan langsung melainkan ia akan menunggu selama tujuh hari lagi untuk bisa log in kedalam Destiny Of Glory. ===== Lima hari setelah Arnold melakukan pembelian di Bhineka Store, kini Arnold tengah menunggu datang nya benda yang banyak orang mengidam ngidam kan benda itu, bukan salah lagi yaitu adalah VR Gear versi 2.0, alat yang bisa disebut juga kunci untuk memasuki dunia kedua yang penuh dengan pedang dan sihir. Tuk tuk tuk-- Arnold segera membuka pintu ruang apartemennya dan benar saja seperti yang ia duga, yang datang mengetuk pintu itu adalah seorang kurir yang mengantar sebuah kardus besar yang pasti isinya adalah VR Gear. Arnold segera menandatangani sebuah kertas yang kurir itu berikan lalu segera membawa kardus besar itu masuk kedalam apartemennya tidak lupa juga Arnold memberi sebuah tip kepada kurir tadi. "Bagus akhirnya sampai juga, sepertinya akan ku buka nanti saja." ucap Arnold dengan sedikit senyum terukir di wajahnya. •••••• End..
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD