Chapter.04

852 Words
DoG - Chapter 4 Setelah memasuki g**g kecil yang terlihat gelap dan berjalan cukup lama, Adler keluar di sebuah jalanan yang terlihat kumuh, Adler berjalan sembari melihat-lihat kawasan itu, tak lama kemudian Adler berhenti di sebuah bangunan yang cukup tua, ia memasuki bangunan tersebut yang tak lain adalah toko senjata tua. Di dalam tidak terlihat satu orang pun pelanggan, yang terlihat hanyalah kumpulan senjata yang telah termakan oleh debu, hingga seorang pria paruh baya terlihat keluar dari balik pintu dan menghampiri Adler. Ia berjalan menghampiri Adler dan mulai berbicara padanya. "Apa yang kau cari disini?" Di pisahkan dengan jarak dua meter pria itu berdiri secara tegap menghadap Adler. "Saya mencari sebuah pedang satu tangan." jawab Adler dengan senyuman kecut terlukis di wajahnya. Pria paruh baya itu berjalan ke sebuah tong yang berisikan banyak pedang satu tangan, sambil melemparkan salah satu pedang pada Adler, pria paruh baya itu berbicara. "Bawa pedang itu dan pergilah segera dari sini." ucapnya dengan nada pelan lalu berbalik pergi kearah pintu kembali. Pria paruh baya itu memasuki ruangannya dan menutup pintunya kembali. Siapa dia? Kenapa dia menyuruhku untuk pergi? Kenapa dia memberikan ini secara gratis? Itulah beberapa pertanyaan yang terlintas di pikiran Adler saat ini. Setelah lama berdiri di dalam bangunan tua yang ternyata adalah sebuah toko senjata, Adler segera keluar dari toko tersebut. Saat ini Adler berada di sebuah jalanan kumuh yang terdiri dari sedikit penduduk, Adler bisa sampai disini setelah memasuki sebuah g**g teramat kecil setelah mengikuti seorang pengemis di jalan utama. Saat Adler mengikutinya dan memasuki g**g itu mata Adler di suguhkan dengan pemandangan kumuh di depannya, Adler saat itu berniat untuk kembali, dan ia tidak jadi kembali juga berfikir untuk menjelajahi tempat itu sebentar. Setelah lama melihat-lihat kawasan tersebut Adler berniat kembali menuju ke Basic Training Center, awalnya Adler hanya ingin melihat senjata dengan pura-pura akan membeli senjata itu, namun siapa sangka pria paruh baya itu malah memberikan Adler sebuah pedang satu tangan. Hal itu membuat Adler bertanya tanya kenapa pria itu memberinya sebuah pedang dan segera menyuruhnya pergi, hal itu juga membuat Adler sangat senang karena mendapat sebuah senjata yang sedikit layak untuk dipakai sekarang. Adler berjanji akan membayar untuk pedang ini di masa depan dan juga Adler berniat untuk memberi tahu pemain lain tentang g**g dan tempat itu agar tempat tersebut terlihat lebih ramai dengan adanya pemain yang berlalu lalang di kawasan kumuh tersebut. Adler mulai menemukan kembali g**g kecil yang ia lewati sebelumnya dan kembali masuk kedalamnya, setelah lama berjalan dalam g**g yang gelap Adler mulai kembali ke jalan utama yang terlihat banyak sekali penduduk yang sedang berjalan kaki menyusuri jalan utama, pedagang menjual barang-barang yang terbilang cukup unik, ataupun penduduk yang terlihat tengah mengobrol sesama yang lainnya. ===== Enam hari lamanya Adler telah melakukan pelatihan dasar, kini Adler berada di tengah lapangan karena akan segera melakukan latih tanding dengan sang pelatih untuk melihat hasil dari latihannya selama enam hari yang lalu. "Masih terlalu cepat untukmu melakukan latih tanding ini, kau masih memiliki empat hari untuk kembali berlatih." ucap sang pelatih yang berdiri di tengah lapangan, di pisahkan dengan jarak lima meter mereka berdua berdiri berhadapan. "Itu tidak masalah saya hanya ingin menguji kemampuan saya saat ini." jawab Adler dengan percaya diri. "Baiklah, anak muda memang seharusnya bersemangat. Jika salah satu seranganmu mengenaiku akan ku anggap kau lulus, bagaimana?" "Hmmm, baiklah, mari kita mulai." Dengan pedang kayu di genggaman Adler berlari menerjang pelatih. Pertarungan Adler melawan seorang pelatih terlihat begitu seimbang, tetapi seiring berjalannya waktu pertarungan ini terlihat lebih berat sebelah dan tidak menguntungkan untuk Adler. Bagaimana tidak, seorang pemula berlevel 0 melawan seorang pelatih berlevel 25, karena perbedaan level yang cukup jauh dan juga perbedaan statistik itu membuat Adler cukup tertekan. Berkat pengalamannya dulu, seni berpedang Adler bisa di katakan berada di atas pelatih itu sendiri, namun karena gerakan tubuh Adler tidak sesuai dengan yang ia inginkan itu jadi tambah sulit baginya untuk mendaratkan satu pukulan kearah sang pelatih. Dua puluh menit berlalu, Adler mulai kelelahan untuk meneruskan latih tanding ini hingga si pelatih berbicara. "Cukup untuk hari ini, kau berbakat, latihan lah kembali untuk hari ini dan cobalah kembali besok." ucap sang pelatih dengan senyuman puas terlukis di wajahnya. Pelatih itu lekas pergi dari lapangan meninggalkan Adler, sedangkan Adler ia sedang berfikir bagaimana gerakannya bisa lebih cepat tanpa menaikan level. Adler teringat bahan untuk membuat sebuah potion, itu adalah buah bernama greenberry, efeknya yaitu setelah mengonsumsi buah ini akan mendapatkan tambahan Agi sebanyak 2 dan dapat di tumpuk sebanyak 5 kali, efek tersebut dapat hilang dalam sepuluh menit. Greenberry biasanya ditemukan di hutan yang selalu tersinari oleh matahari dan mencarinya tidak akan mudah karena pasti di hutan Adler akan berebut dengan pemain lain yang membutuhkannya entah itu untuk quest ataupun bahan untuk membuat Potion bagi pemain yang memilik job sebagai alchemist. Dengan adanya greenberry itu di tangan Adler, itu akan menambah presentase kemenangan yang akan Adler capai saat latih tanding bersama pelatih nanti. ••••••• Peringatan! Catatan : Alchemist adalah sejenis pekerjaan berjenis produksi dalam game, biasanya para alchemist akan membuat berbagai ramuan untuk di jual ke pemain lain yang akan membutuhkan ramuan itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD